Protes Mahasiswa 2025 Kembali Memanas di Berbagai Daerah
Awal April 2025 diwarnai oleh gelombang protes mahasiswa yang terjadi serentak di sejumlah kota besar di Indonesia. Aksi unjuk rasa ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap beberapa kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat, terutama di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial.
ini terjadi di kota-kota seperti Tasikmalaya, Purwokerto, Yogyakarta, dan Semarang. Ribuan mahasiswa turun ke jalan, membawa spanduk, orasi, serta tuntutan agar pemerintah meninjau ulang kebijakan pemangkasan anggaran pendidikan dan rencana komersialisasi kampus negeri.
Protes mahasiswa 2025 Ricuh di Tasikmalaya Akibat Cuaca Buruk
Di Tasikmalaya, aksi yang awalnya berjalan damai berubah menjadi ricuh akibat hujan deras dan kurangnya pengamanan. Beberapa peserta aksi terpeleset saat mencoba berlindung di bawah tenda darurat. Bentrokan kecil juga terjadi ketika massa mencoba mendekati kantor DPRD setempat. Polisi membubarkan kerumunan menggunakan water cannon dan gas air mata. Beberapa mahasiswa dilaporkan mengalami luka ringan.
Baca Juga : Harga Cabai Naik dan Bawang Merah Melonjak
Tuntutan Mahasiswa: Pendidikan Gratis dan Transparansi Anggaran
Dalam protes para mahasiswa ini memnuntut di tahun 2025 ini, para peserta Demo membawa sejumlah tuntutan. Di antaranya adalah pemberian pendidikan gratis hingga tingkat perguruan tinggi, peningkatan alokasi anggaran untuk riset dan pengembangan kampus, serta desakan agar pemerintah membuka transparansi dalam pengelolaan dana pendidikan.
Para mahasiswa juga menolak wacana kenaikan UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang dianggap membebani keluarga di tengah situasi ekonomi yang belum stabil pasca pandemi.
Respons Pemerintah Terhadap Aksi Mahasiswa
Menanggapi protes para mahasiswa di indonesia 2025, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan pernyataan resmi bahwa pihaknya akan mengadakan dialog terbuka dengan perwakilan dari berbagai universitas. Pemerintah juga mengklaim bahwa kebijakan baru masih dalam tahap kajian dan belum diberlakukan secara resmi.
Meski demikian, mahasiswa menilai janji pemerintah belum cukup kuat untuk menghentikan aksi. Mereka menegaskan akan terus melakukan unjuk rasa hingga ada keputusan resmi yang berpihak pada rakyat dan dunia pendidikan.
Baca Juga : Timnas Indonesia Melesat di Ranking FIFA Pencapaian Terbaik dalam 15 Tahun Terakhir
Kesimpulan:
Protes para mahasiswa tahun ini menjadi simbol perjuangan generasi muda dalam menjaga hak-hak dasar warga negara, khususnya di bidang pendidikan. Aksi ini menunjukkan bahwa semangat kritis dan keberanian menyuarakan keadilan masih menyala di kalangan mahasiswa Indonesia.