Thailand Luncurkan Serangan
Berita Internasional - Politik

Thailand Luncurkan Serangan: Situs Bersejarah Kamboja Hancur!

KilauBerita, 27 Juli 2025 – Thailand luncurkan serangan artileri! Ketegangan kembali memuncak di perbatasan Thailand-Kamboja. Pada pagi hari ini, pasukan militer Thailand melancarkan serangan artileri besar-besaran yang menghantam beberapa situs budaya bersejarah di wilayah Kamboja. Beberapa candi penting, termasuk Candi Ta Moan, Candi Ta Krabei, hingga Candi Preah Vihear, mengalami kerusakan serius akibat gempuran peluru artileri berat yang diluncurkan dari wilayah Thailand.

Kementerian Pertahanan Kamboja dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa hingga pukul 11.00 siang, serangan masih berlangsung intensif, terutama di area sekitar Candi Ta Moan dan Ta Krabei. Situasi di garis depan dilaporkan sangat tegang, dengan suara ledakan terus menggema di kawasan yang dikenal kaya akan nilai sejarah dan kebudayaan tersebut.

Warisan Dunia Preah Vihear Terancam

Candi Preah Vihear yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO menjadi salah satu situs yang paling parah terdampak. Kompleks bangunan yang selama ini menjadi simbol spiritual dan kebanggaan nasional Kamboja itu kini menghadapi ancaman kehancuran akibat tembakan langsung ke inti struktur utama.

Dalam pernyataannya, Menteri Informasi Kamboja, Nhepada, mengungkapkan bahwa serangan Thailand secara terang-terangan menghantam bagian utama dari kompleks candi. “Kekuatan yang digunakan sangat destruktif. Beberapa artefak kuno sekarang berada dalam kondisi kritis dan berisiko mengalami kerusakan permanen,” ungkap Nhepada dengan nada prihatin.

Baca Juga : Hari Terakhir Daftar Beasiswa Unggulan 2025, Ini Panduannya

Kamboja Kecam Keras dan Serukan Tindakan Internasional

Thailand luncurkan serangan artileri!  Pemerintah Kamboja langsung merespon dengan kecaman keras atas tindakan militer Thailand yang dinilai melanggar kedaulatan wilayah dan sekaligus melakukan penghancuran terhadap warisan budaya umat manusia. “Ini bukan sekadar agresi militer, melainkan perusakan keji terhadap peninggalan sejarah yang diakui dunia,” tegas pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Kamboja.

Pemerintah juga menyerukan perhatian serius dari masyarakat internasional, khususnya UNESCO dan badan-badan hukum internasional, agar segera turun tangan menghentikan tindakan brutal yang bisa berujung pada lenyapnya situs-situs penting peradaban Asia Tenggara.

Jalur Diplomatik dan Hukum Ditempuh

Border Clashes Between Thailand and Cambodia Drag Into Third Day amid  UNSC's Ceasefire Call - KAOHOON INTERNATIONAL

Kementerian Luar Negeri Kamboja telah melayangkan protes resmi kepada pemerintah Thailand dan menyatakan bahwa langkah-langkah diplomatik akan terus berlanjut. Selain itu, Kamboja juga tengah mengumpulkan bukti-bukti visual dan laporan kerusakan sebagai dasar untuk membawa kasus ini ke mahkamah internasional.

“Ini adalah hak kami untuk melindungi warisan bangsa dan dunia. Tidak ada alasan militer yang bisa membenarkan tindakan destruktif terhadap situs keagamaan dan budaya,” ujar Juru Bicara Kementerian Hukum dan HAM Kamboja.

Tanggapan Global Dinantikan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak militer atau pemerintahan Thailand terkait tuduhan yang disampaikan oleh pemerintah Kamboja. Sementara itu, sejumlah negara sahabat dan organisasi internasional mulai menunjukkan kekhawatiran mereka, mengingat eskalasi konflik ini bisa memicu ketegangan regional yang lebih luas.

Situasi di perbatasan tetap dalam pengawasan ketat. Warga sipil di sekitar area konflik telah dievakuasi sejak semalam untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Upaya perdamaian dan penghentian agresi menjadi fokus utama banyak pihak saat ini, sambil berharap agar situs-situs sejarah yang tersisa masih bisa diselamatkan dari kehancuran total.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *